Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin terlihat geram saat mengecek Puskesmas Asakota, Senin (6/10) kemarin.
Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin terlihat geram saat mengecek Puskesmas Asakota, Senin (6/10) kemarin. Pasalnya, kondisi puskesmas andalan Kota Bima itu jauh dari harapan. Sejumlah sudut bangunan sudah terlihat berjamur, kotor dan tidak terurus. Belum lagi, lantai yang dilapis keramik putih nampak bolong dibeberapa titik dan itu dibiarkan begitu saja tanpa diperbaiki.
Padahal, bangunan itu belum lama ini dibangun tetapi sudah banyak yang rusak. Kondisi itu tentu saja disesalkan Walikota Bima dan mempertanyakan kualitas pengerjaan bangunan oleh kontraktor pemenang tender. Tak itu saja, kedatangannya secara mendadak di Puskesmas Asakota adalah untuk menindaklanjuti pesan singkat (SMS) masyarakat yang dikirim kepadanya.
Dalam pesan itu dikeluhkan mengenai pelayanan puskesmas kepada pasien. “Saya dapat SMS dari pasien Puskesmas Asakota, mengeluhkan tidak adanya cairan RL dan obat-obatan. SMS itu menyakitkan, makanya saya turun cek,” ujarnya dihadapan Kepala Puskesmas Asakota dan Pegawai setempat.
Benar saja, saat ditanyakan soal kekurangan itu, Kepala Puskesmas mengakui stok cairan RL dan obat-obatan memang kosong. Namun, untuk cairan RL baru bisa dipenuhi satu hari lalu. “Hanya obat-obatan yang belum cukup Pak wali,” kata Kepala Puskesmas Asakota, dr. Amran.
Mendengar sejumlah kekurangan yang disampaikan pegawai setempat, Qurais meminta Kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bappeda Kota Bima yang sempat hadir untuk mencatat semua kekurangan, dan dipenuhi secepatnya. “Di bidang Kesehatan seperti tidak boleh ada kekurangan, kasihan pasien. Semua harus tercukupi. Saya ingin secepatnya dipenuhi,” perintahnya kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima.
Qurais mengatakan, Pemerintah Kota Bima mulai Tahun 2015, akan memprioritaskan pelayanan diseluruh sektor dan mengurangi infrastruktur. “Pelayanan harus kita genjot, biar tak ada lagi kekurangan seperti ini,” tegasnya. Saat itu juga, Walikota Bima mengecek semua ruangan Puskesmas Asakota, berbincang dengan pegawai dan menyerap aspirasi serta kebutuhan yang bersifat mendesak.
Ia juga sempat menyorot sejumlah kerusakan infrastruktur Puskesmas Asakota. Mulai dari keramik yang sudah berlubang, atap bangunan yang sudah rusak dan kantor yang sudah dipenuhi debu. Padahal, sebagai tempat pelayanan kesehatan menurutnya Puskesmas tidak boleh kotor apalagi terlihat kumuh. “Disini ada cleaning service, apa kerjanya mereka. Coba ambilkan saya kain,” perintahnya kepada pegawai setempat.
Walikota pun membersihkan sendiri debu di tiang bangunan mencontohkan kepada para pegawai. Tentu saja, aksi orang nomor satu di Kota Bima itu membuat para pejabat dan pegawai tertegun karena merasa disindir. “Saya tidak ingin lagi melihat kondisi puskesmas yang kotor seperti ini,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Walikota juga menyorot buruknya pekerjaan proyek Puskesmas Asakota. Sebab bangunan yang tergolong baru itu, sudah mulai mengalami kerusakan. “Pengerjaan paket proyek nanti harus diberikan kepada orang yang lebih ahli, yang puas dengan hasil kerjanya, sungguh-sungguh dan jujur dalam bekerja. Tidak lagi saya berikan kepada kerabat dan keluarga,” janjinya. (KS-13)
Padahal, bangunan itu belum lama ini dibangun tetapi sudah banyak yang rusak. Kondisi itu tentu saja disesalkan Walikota Bima dan mempertanyakan kualitas pengerjaan bangunan oleh kontraktor pemenang tender. Tak itu saja, kedatangannya secara mendadak di Puskesmas Asakota adalah untuk menindaklanjuti pesan singkat (SMS) masyarakat yang dikirim kepadanya.
Dalam pesan itu dikeluhkan mengenai pelayanan puskesmas kepada pasien. “Saya dapat SMS dari pasien Puskesmas Asakota, mengeluhkan tidak adanya cairan RL dan obat-obatan. SMS itu menyakitkan, makanya saya turun cek,” ujarnya dihadapan Kepala Puskesmas Asakota dan Pegawai setempat.
Benar saja, saat ditanyakan soal kekurangan itu, Kepala Puskesmas mengakui stok cairan RL dan obat-obatan memang kosong. Namun, untuk cairan RL baru bisa dipenuhi satu hari lalu. “Hanya obat-obatan yang belum cukup Pak wali,” kata Kepala Puskesmas Asakota, dr. Amran.
Mendengar sejumlah kekurangan yang disampaikan pegawai setempat, Qurais meminta Kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bappeda Kota Bima yang sempat hadir untuk mencatat semua kekurangan, dan dipenuhi secepatnya. “Di bidang Kesehatan seperti tidak boleh ada kekurangan, kasihan pasien. Semua harus tercukupi. Saya ingin secepatnya dipenuhi,” perintahnya kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima.
Qurais mengatakan, Pemerintah Kota Bima mulai Tahun 2015, akan memprioritaskan pelayanan diseluruh sektor dan mengurangi infrastruktur. “Pelayanan harus kita genjot, biar tak ada lagi kekurangan seperti ini,” tegasnya. Saat itu juga, Walikota Bima mengecek semua ruangan Puskesmas Asakota, berbincang dengan pegawai dan menyerap aspirasi serta kebutuhan yang bersifat mendesak.
Ia juga sempat menyorot sejumlah kerusakan infrastruktur Puskesmas Asakota. Mulai dari keramik yang sudah berlubang, atap bangunan yang sudah rusak dan kantor yang sudah dipenuhi debu. Padahal, sebagai tempat pelayanan kesehatan menurutnya Puskesmas tidak boleh kotor apalagi terlihat kumuh. “Disini ada cleaning service, apa kerjanya mereka. Coba ambilkan saya kain,” perintahnya kepada pegawai setempat.
Walikota pun membersihkan sendiri debu di tiang bangunan mencontohkan kepada para pegawai. Tentu saja, aksi orang nomor satu di Kota Bima itu membuat para pejabat dan pegawai tertegun karena merasa disindir. “Saya tidak ingin lagi melihat kondisi puskesmas yang kotor seperti ini,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Walikota juga menyorot buruknya pekerjaan proyek Puskesmas Asakota. Sebab bangunan yang tergolong baru itu, sudah mulai mengalami kerusakan. “Pengerjaan paket proyek nanti harus diberikan kepada orang yang lebih ahli, yang puas dengan hasil kerjanya, sungguh-sungguh dan jujur dalam bekerja. Tidak lagi saya berikan kepada kerabat dan keluarga,” janjinya. (KS-13)
COMMENTS