Parahnya, pelaku yang juga adik kandung Walikota Bima ini kembali tertangkap Aparat Kepolisian untuk kedua kalinya karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu di dalam mobil yang dikendarainya.
Jeruji besi nampaknya tak membuat pelaku kejahatan jera untuk mengulangi kembali perbuatannya. Padahal semestinya, jeruji besi diharapkan bisa menjadi tempat karantina paling ampuh bagi setiap pelaku kejahatan agar sadar dan bertobat. Namun ibarat peribahasa, jauh panggang dari api, harapan itu tak sepenuhnya berbuah hasil.
Sebab buktinya, BS (50) warga Kelurahan Penaraga Kota Bima malah bebas berkeliaran meski diketahui berstatus narapidana kasus narkoba. Parahnya, pelaku yang juga adik kandung Walikota Bima ini kembali tertangkap Aparat Kepolisian untuk kedua kalinya karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu di dalam mobil yang dikendarainya.
Pelaku dibekuk di Jalan Lintas Amahami, tepatnya samping kiri bengkel Ulet Jaya Kelurahan Dara Kecamatan Rasa Na'e Barat, Sabtu (6/12) sekitar pukul 16.30 Wita kemarin usai membeli narkoba. Saat dibekuk, pelaku sedang mengendarai mobil warna putih polos bernomor polisi DR 1569 AT. Di dalam mobil juga ada anak-anaknya pelaku.
“Tim Buser sebelumnya memang telah menargetkan dan mencurigai gerak gerik pelaku sehingga dilakukan pengintaian. Apalagi, pelaku diketahui masih status narapidana kasus narkoba juga,” ungkap Kapolres Bima Kota melalui Kasat Narkoba, IPTU Suparman, DJ, SH kepada wartawan.
Kasat menjelaskan, karena kondisi di seputaran Anahami saat itu sedang ramai, Tim Buser segera menggiring pelaku ke Sat Narkoba Polres Bima Kota agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah sampai seluruh isi mobil pelaku diperiksa pengawalan ketat Polisi yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Bima Kota, Kompol Yuyan Priatmaja, S. Ik SH.
Pantauan wartawan Koran Stabilitas, setelah sampai di Kantor Sat Narkoba, mobil yang ditumpangi pelaku diperiksa secara seksama oleh Tim Buser. Anak pelaku yang sebelumnya bersama dalam mobil diturunkan dan terlihat menangis saat Tim Buser menggiring BS ke dalam kantor.
Sekitar pukul 17.45 Wita, terlihat pelaku digiring ke RSUD Bima untuk dites urine. Hasil tes urine itu, hingga saat ini belum diketahui. Setelah itu pelaku lalu dibawa kembali ke Sat Narkoba untuk diproses hukum. Pada saat bersamaan, keluarga pelaku berdatangan untuk melihat di Sat Narkoba.
Sementara itu, Kepala Rutan Negeri Rab Bima, Zullaeni, Bc. Ip, SH yang dikonfirmasi via telepon seluler mengaku, BS saat ini memang masih berstatus sebagai Napi di Rutan Bima. Namun, Ia membantah BS berkeliaran melainkan sedang menjalani tahanan luarr tembok. "Hari Minggu besok, BS akan dibebaskan seutuhnya atas kasus narkoba yang melilitnya," jelasnya. (KS-05)
Bobil BS saat digeledah depan Sat Narkoba |
Pelaku dibekuk di Jalan Lintas Amahami, tepatnya samping kiri bengkel Ulet Jaya Kelurahan Dara Kecamatan Rasa Na'e Barat, Sabtu (6/12) sekitar pukul 16.30 Wita kemarin usai membeli narkoba. Saat dibekuk, pelaku sedang mengendarai mobil warna putih polos bernomor polisi DR 1569 AT. Di dalam mobil juga ada anak-anaknya pelaku.
“Tim Buser sebelumnya memang telah menargetkan dan mencurigai gerak gerik pelaku sehingga dilakukan pengintaian. Apalagi, pelaku diketahui masih status narapidana kasus narkoba juga,” ungkap Kapolres Bima Kota melalui Kasat Narkoba, IPTU Suparman, DJ, SH kepada wartawan.
Kasat menjelaskan, karena kondisi di seputaran Anahami saat itu sedang ramai, Tim Buser segera menggiring pelaku ke Sat Narkoba Polres Bima Kota agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah sampai seluruh isi mobil pelaku diperiksa pengawalan ketat Polisi yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Bima Kota, Kompol Yuyan Priatmaja, S. Ik SH.
Pantauan wartawan Koran Stabilitas, setelah sampai di Kantor Sat Narkoba, mobil yang ditumpangi pelaku diperiksa secara seksama oleh Tim Buser. Anak pelaku yang sebelumnya bersama dalam mobil diturunkan dan terlihat menangis saat Tim Buser menggiring BS ke dalam kantor.
Sekitar pukul 17.45 Wita, terlihat pelaku digiring ke RSUD Bima untuk dites urine. Hasil tes urine itu, hingga saat ini belum diketahui. Setelah itu pelaku lalu dibawa kembali ke Sat Narkoba untuk diproses hukum. Pada saat bersamaan, keluarga pelaku berdatangan untuk melihat di Sat Narkoba.
Sementara itu, Kepala Rutan Negeri Rab Bima, Zullaeni, Bc. Ip, SH yang dikonfirmasi via telepon seluler mengaku, BS saat ini memang masih berstatus sebagai Napi di Rutan Bima. Namun, Ia membantah BS berkeliaran melainkan sedang menjalani tahanan luarr tembok. "Hari Minggu besok, BS akan dibebaskan seutuhnya atas kasus narkoba yang melilitnya," jelasnya. (KS-05)
COMMENTS