Bawang merah saat ini, masih menjadi salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Bima. Hal itu juga didukung dengan areal potensial komiditi bawang merah mencapai 12.644 hektare (Ha).
Bawang merah saat ini, masih menjadi salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Bima. Hal itu juga didukung dengan areal potensial komiditi bawang merah mencapai 12.644 hektare (Ha). Tersebar pada delapan Kecamatan yakni di Kecamatan Sape, Lambu, Wera, Ambalawi, Woha, Belo, Monta, dan Soromandi.
Ilustrasi Bawang Merah
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bima, Muhammad Tayeb mengungkapkan, areal potensial itu diketahui setalh melihat areal yang digunakan masyarakat untuk menanami bawang merah. "Itu di atas luasan seribu hektare. Ada wilayah di Kecamatan yang lain cuma luasnya di bawah seribu hektare," jelasnya, Rabu (18/3) pagi di kantor setempat.
Budidaya bawang merah pada delapan wilayah potensial itu lanjutnya, dilakukan pada musim hujan, musim kemarau pertama dan musim kemarau kedua. Penanaman musim hujan (MH) dilakukan mulai bulan Oktober hingga Maret, yang luas areal tanamnya mencapai 600 hingga 1000 hektare."Ini hanya di wilayah Monta dalam saja. Sebagiannya, ada di wilayah Sape dan Lambu,"ujarnya.
Para petani ini katanya, terbilang yang paling berani untuk terobos menanam bawang pada musim hujan tiba. Artinya disaat petani lain tidak menanam, mereka menanam dengan potensi lahannya."Kisaran hasil Penennya, berkisar enam ton hingga sepuluh ton per hektar,"ungkapnya.
Penanaman pada musim kemarau pertama (MK1), areal tanamnya seluas 4000 sampai 5000 hektare. Hasilanya bergantung iklim, yang biasanya rata-rata petani menghasilkan 13 ton per hektare. Kamudian penanaman MK2, luas areal potensialnya 4300 sampai 5300 hektare. Dengan hasil rata-rata 12,5 ton per hektare."Hasil panen pada MK2 sedikit berkurang, karena produktivitas lahan sudah menurun,"sebutnya.
Untuk harga bawang merah, kisarannya mengikuti trendnya. Untuk saat ini, harga bawang merah mencapai Rp. 13 Ribu per kilogramnya."Hasil ini, bisa bertambah ketika harga membaik. Kalau harga tahun ini membaik maka hasilnya juga akan baik,"ujarnya.
Dia menambahkan, jika pasar bawang merah di Kabupaten Bima tersebar pada sejumlah wilayah. Dijual dan dikirim ke pasar Kalimantan, Sulawesi, Lombok, Bali, Jatim, NTT, Banjarmasin dan Papua."Itu sejumlah kota besar tempat produksi bawang kita yang dipasarkan,"tambahnya. (KS-05)
Ilustrasi Bawang Merah
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bima, Muhammad Tayeb mengungkapkan, areal potensial itu diketahui setalh melihat areal yang digunakan masyarakat untuk menanami bawang merah. "Itu di atas luasan seribu hektare. Ada wilayah di Kecamatan yang lain cuma luasnya di bawah seribu hektare," jelasnya, Rabu (18/3) pagi di kantor setempat.
Budidaya bawang merah pada delapan wilayah potensial itu lanjutnya, dilakukan pada musim hujan, musim kemarau pertama dan musim kemarau kedua. Penanaman musim hujan (MH) dilakukan mulai bulan Oktober hingga Maret, yang luas areal tanamnya mencapai 600 hingga 1000 hektare."Ini hanya di wilayah Monta dalam saja. Sebagiannya, ada di wilayah Sape dan Lambu,"ujarnya.
Para petani ini katanya, terbilang yang paling berani untuk terobos menanam bawang pada musim hujan tiba. Artinya disaat petani lain tidak menanam, mereka menanam dengan potensi lahannya."Kisaran hasil Penennya, berkisar enam ton hingga sepuluh ton per hektar,"ungkapnya.
Penanaman pada musim kemarau pertama (MK1), areal tanamnya seluas 4000 sampai 5000 hektare. Hasilanya bergantung iklim, yang biasanya rata-rata petani menghasilkan 13 ton per hektare. Kamudian penanaman MK2, luas areal potensialnya 4300 sampai 5300 hektare. Dengan hasil rata-rata 12,5 ton per hektare."Hasil panen pada MK2 sedikit berkurang, karena produktivitas lahan sudah menurun,"sebutnya.
Untuk harga bawang merah, kisarannya mengikuti trendnya. Untuk saat ini, harga bawang merah mencapai Rp. 13 Ribu per kilogramnya."Hasil ini, bisa bertambah ketika harga membaik. Kalau harga tahun ini membaik maka hasilnya juga akan baik,"ujarnya.
Dia menambahkan, jika pasar bawang merah di Kabupaten Bima tersebar pada sejumlah wilayah. Dijual dan dikirim ke pasar Kalimantan, Sulawesi, Lombok, Bali, Jatim, NTT, Banjarmasin dan Papua."Itu sejumlah kota besar tempat produksi bawang kita yang dipasarkan,"tambahnya. (KS-05)
COMMENTS