Betapa tidak, dinas tersebut sukses menghadirkan anggaran pusat sebesar Rp.15,4 Miliar untuk proyek irigasi yang tersebar pada 190 kelompok se-Kabupaten Bima.
Semangat dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holticultura guna menjawab kebutuhan rakyat kabupaten Bima patut diberi apresiasi dan penghargaan. Betapa tidak, dinas tersebut sukses menghadirkan anggaran pusat sebesar Rp.15,4 Miliar untuk proyek irigasi yang tersebar pada 190 kelompok se-Kabupaten Bima.
Ilustrasi anggaran pusat
Proyek irigasi demi kelancaran kebutuhan air bagi masyarakat tani itu tengah dikerjakan oleh masing-masing kelompok dengan anggaran Rp. 55 Juta. Tapi, pencairannya secara bertahap.”Alhamdulillah, pekerjaan dengan anggaran termin pertama sudah mencapai 30 hingga 50 persen,” kata Kabid RPLPT, Muhammad,S.Pt kepada Koran Stabilitas Selasa (28/04).
Diakuinya, kontrak kerja proyek irigasi pada 190 titik dengan total anggaran bernilai fantastik tersebut terhitung dari Bulan Maret hingga 30 Juni 2015. Artinya pekerjaan itu harus diselesaikan sesuai kontrak kerja tersebut. Jika tidak tegas Muhammad, maka itu menjadi resiko kelompok.”Akan ada sanksi bagi kelompok yang tidak menuntaskan pekerjaan sesuai batas waktu yang disepakati dalam kontrak kerja. Sanksinya, kelompok dimaksud tidak akan diakomodir dalam kegiatan berikutnya,” ujarnya.
Apalagi lanjutnya, anggaran ditahun berikutnya lebih besar dari sebelumnya. Jadi sebutnya, bagi kelompok yang mendapatkan kepercayaan mengerjakan proyek irigasi kali ini harus bekerja keras demi menuntaskan pekerjaan sesuai batas waktu yang tercantum dalam kontrak kerja.”Saya harap agar kelompok bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Tapi perlu diingat, jangan hanya asal kerja. Sementara kualitas pekerjaan dikesampingkan, karena bukan hanya ketepatan waktu yang diharapkan. Melainkan, juga kulaitas pekerjaan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Muhammad juga berharap kepada kelompok agar memanfaatkan anggaran sesuai aturan main yang telah ditentukan. Termasuk, mengerjakan proyek sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB).”Gunakan anggaran sesuai aturan dan kerjakan irigasi sesuai RAB. Jangan sampai menyimpang, karena konsukuensinya jelas, baik secara kelembagaan maupun secara hukum,” pintanya. (KS-09)
Ilustrasi anggaran pusat
Proyek irigasi demi kelancaran kebutuhan air bagi masyarakat tani itu tengah dikerjakan oleh masing-masing kelompok dengan anggaran Rp. 55 Juta. Tapi, pencairannya secara bertahap.”Alhamdulillah, pekerjaan dengan anggaran termin pertama sudah mencapai 30 hingga 50 persen,” kata Kabid RPLPT, Muhammad,S.Pt kepada Koran Stabilitas Selasa (28/04).
Diakuinya, kontrak kerja proyek irigasi pada 190 titik dengan total anggaran bernilai fantastik tersebut terhitung dari Bulan Maret hingga 30 Juni 2015. Artinya pekerjaan itu harus diselesaikan sesuai kontrak kerja tersebut. Jika tidak tegas Muhammad, maka itu menjadi resiko kelompok.”Akan ada sanksi bagi kelompok yang tidak menuntaskan pekerjaan sesuai batas waktu yang disepakati dalam kontrak kerja. Sanksinya, kelompok dimaksud tidak akan diakomodir dalam kegiatan berikutnya,” ujarnya.
Apalagi lanjutnya, anggaran ditahun berikutnya lebih besar dari sebelumnya. Jadi sebutnya, bagi kelompok yang mendapatkan kepercayaan mengerjakan proyek irigasi kali ini harus bekerja keras demi menuntaskan pekerjaan sesuai batas waktu yang tercantum dalam kontrak kerja.”Saya harap agar kelompok bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Tapi perlu diingat, jangan hanya asal kerja. Sementara kualitas pekerjaan dikesampingkan, karena bukan hanya ketepatan waktu yang diharapkan. Melainkan, juga kulaitas pekerjaan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Muhammad juga berharap kepada kelompok agar memanfaatkan anggaran sesuai aturan main yang telah ditentukan. Termasuk, mengerjakan proyek sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB).”Gunakan anggaran sesuai aturan dan kerjakan irigasi sesuai RAB. Jangan sampai menyimpang, karena konsukuensinya jelas, baik secara kelembagaan maupun secara hukum,” pintanya. (KS-09)
COMMENTS