Kini pria diusia senja itu, ditangkap Satuan Narkoba Polres Bima Kota Minggu (10/4) pukul 08.30 wita di Pasar Kota Bima, saat keasyikan menggunakan narkoba jenis sabu.
Kota Bima, KS.- Siapa yang tidak kenal dengan sosok mantan preman Jakarta Ahmad Batora (63) asal Desa Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima. Lelaki bau tanah ini, sebelumnya beraksi sebagai preman, pencuri dan telah berulang kali berurusan dengan hukum. Kini pria diusia senja itu, ditangkap Satuan Narkoba Polres Bima Kota Minggu (10/4) pukul 08.30 wita di Pasar Kota Bima, saat keasyikan menggunakan narkoba jenis sabu.
Ilustrasi
Kasat Narkoba Iptu, H. Jusnaidin pada wartawan mengatakan, pelaku ditangkap setelah mendapatkan informasi dan laporan dari masyarakat sedang menggunakan narkoba jenis sabu. “Ditangan tersangka disita Barang bukti (BB) 1 poket sabu yang dibelinya dari seorang spesialis pengedar sabu seharga Rp. 1,7 Juta. Kini pelaku di inapkan di ruang tahanan Polsek Rasanae Barat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Senin (11/4).
Ternyata pengakuan tersangka, barang haram tersebut dibelinya dari pelaku yang sama yakni RA (30) asal Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat, yang saat ini kabur dari kejaran polisi termasuk BNN Bima. Berdasarkan hasil pengakuan Batora dalam Berita Acara Pemeriksaannya (BAP).Batora merupakan pengguna, hasilnya positif setelah dilakukan tes urine.Akibat perbuatannya itu, tersangka diancam hukuman diatas lima tahun penjara sesuai UU narkotika,”jelasnya.
Lanjut H. Jusnaidin, selama tiga bulan tahun 2016 ini, pihaknya menanggani kasus narkoba sudah sembilan kasus, dari sederet kasus tersebut ada yang sudah dilimpahkan, ditahap satu maupun sedang dilakukan penyelidikan untuk melengkapi bahan dan berkas. “Pemberantasan narkoba bukan saja dilakukan pihak berwenang saja, akan tetapi keterlibatan masyarakat sangat membantu sebagai sumber informasi. Kami sebagai aparat menjamin keselamatan saksi,” ujarnya.
Lebih jelas Kasat mengatakan, masyarakat sebagai pemberi informasi akan dirahasiakan identitasnya. Begitupun kasus narkoba tersebut dilimpahkan ke pihak kejaksaan dan pengadilan, maka tugas polisi akan mengamankan saksi (Masyarakat, red), JPU dan hakim dimaksud selama proses sidang berlangsung hingga perkara itu selesai,tidak akan membeberkan pemberi informasi. “Masyarakat yang memberikan informasi itu akan di lindungi sampai kasusnya selesai,”janjinya.
Saat ini juga sejak Senin (21/3) lalu gencar melaksanakan kampanye tentang bahaya narkoba mulai dari tingkat pelajar TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga perguruan tinggi serta masyarakat luas, dan instansi Satuan Kerja Perankat Daerah (SKPD). “Kampanye ini adalah instruksi Presiden melalui Kapolri, sesuai wilayah hukum Polres Bima Kota. Kami setiap hari mengujungi sekolah dan kantor maupun masyarakat untuk sosialisasikan bahaya narkoba, sementara diwilayah kecamatan Polsek yang memiliki tugas dimaksud,”terangnya. (KS – 05)
Ilustrasi
Kasat Narkoba Iptu, H. Jusnaidin pada wartawan mengatakan, pelaku ditangkap setelah mendapatkan informasi dan laporan dari masyarakat sedang menggunakan narkoba jenis sabu. “Ditangan tersangka disita Barang bukti (BB) 1 poket sabu yang dibelinya dari seorang spesialis pengedar sabu seharga Rp. 1,7 Juta. Kini pelaku di inapkan di ruang tahanan Polsek Rasanae Barat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Senin (11/4).
Ternyata pengakuan tersangka, barang haram tersebut dibelinya dari pelaku yang sama yakni RA (30) asal Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat, yang saat ini kabur dari kejaran polisi termasuk BNN Bima. Berdasarkan hasil pengakuan Batora dalam Berita Acara Pemeriksaannya (BAP).Batora merupakan pengguna, hasilnya positif setelah dilakukan tes urine.Akibat perbuatannya itu, tersangka diancam hukuman diatas lima tahun penjara sesuai UU narkotika,”jelasnya.
Lanjut H. Jusnaidin, selama tiga bulan tahun 2016 ini, pihaknya menanggani kasus narkoba sudah sembilan kasus, dari sederet kasus tersebut ada yang sudah dilimpahkan, ditahap satu maupun sedang dilakukan penyelidikan untuk melengkapi bahan dan berkas. “Pemberantasan narkoba bukan saja dilakukan pihak berwenang saja, akan tetapi keterlibatan masyarakat sangat membantu sebagai sumber informasi. Kami sebagai aparat menjamin keselamatan saksi,” ujarnya.
Lebih jelas Kasat mengatakan, masyarakat sebagai pemberi informasi akan dirahasiakan identitasnya. Begitupun kasus narkoba tersebut dilimpahkan ke pihak kejaksaan dan pengadilan, maka tugas polisi akan mengamankan saksi (Masyarakat, red), JPU dan hakim dimaksud selama proses sidang berlangsung hingga perkara itu selesai,tidak akan membeberkan pemberi informasi. “Masyarakat yang memberikan informasi itu akan di lindungi sampai kasusnya selesai,”janjinya.
Saat ini juga sejak Senin (21/3) lalu gencar melaksanakan kampanye tentang bahaya narkoba mulai dari tingkat pelajar TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga perguruan tinggi serta masyarakat luas, dan instansi Satuan Kerja Perankat Daerah (SKPD). “Kampanye ini adalah instruksi Presiden melalui Kapolri, sesuai wilayah hukum Polres Bima Kota. Kami setiap hari mengujungi sekolah dan kantor maupun masyarakat untuk sosialisasikan bahaya narkoba, sementara diwilayah kecamatan Polsek yang memiliki tugas dimaksud,”terangnya. (KS – 05)
COMMENTS