Kinerja Kanit dan Anggota Buser Narkoba Polres Kota Bima, terus membuahkan hasil yang memuaskan.
Kota Bima, KS.- Kinerja Kanit dan Anggota Buser Narkoba Polres Kota Bima, terus membuahkan hasil yang memuaskan. Satu persatu bandar dan kurir narkoba jenis sabu ditangkap bersama barang bukti di sejumlah tempat. Salah satunya, seorang pemuda bersinisial IG alias BL (21) warga Rabadompu Barat Rt.08/02, ditangkap Buser Narkoba di kediamannya dengan barang bukti 38 poket sabu dengan ukuran bervariatif, yakni poketan satu gram, setengah gram, seperempat, juga poketan seratusan.
Ilustrasi
Penangkapan itu terjadi Sabtu (10/9) sekitar pukul 18.00 wita, dengan barang bukti yang disita saat penangkapan terjadi yaitu selain 38 poket sabu, uang tunai Ro.900Ribu, tiga buah Handphone, dua bon hisap, tiga bungkus rokok, tujuh anak panah, dan alat timbangan plastik klip pembungkus sabu. Saat penangkapan oleh sejumlah anggota Buser, yang saat itu dipimpin langsung oleh Kanit Buser, Bripka Hafid, pelaku tidak memberikan perlawanan sedikitpun.
Kasat Narkoba Polres Bima Kota belum berhasil ditemui, namun Kanit Buser, Bripka Hafid membenarkan telah menangkap IG alias BL, yang diduga kuat salah satu bandar narkoba jenis sabu di Wilayah Kota Bima bagian timur.”Masih ada bandar lain yang menjadi target kami di Wilayah Rabadompu Timur. Yang pasti, saya targetkan dalam waktu dekat, semuanya akan ditangkap, karena telah lama meresahkan masyarakat Kota Bima, khususnya warga di sekitar tempat tinggal para pelaku kejahatan tersebut,”tuturnya.
Beberapa waktu lalu, Buser Narkoba berhasil menangkap Basrin, yang merupakan salah satu bandar sabu di wilayah Kelurahan Melayu. Dalam penangkapan tersebut, polisi tidak mendapatkan barang bukti banyak. Namun, target operasi untuk menangkap Basrin berhasil dilakukan dengan barang bukti, sehingga sampai sekarang residivis narkoba itu di jebloskan dalam penjara.
Data yang dihimpun Koran Stabilitas, sejumlah bandar sabu yang tidak lain warga Kota Bima sendiri, yang berhasil dibekuk Buser Narkoba dalam setahun terakhir, yaitu para pelaku yang sudah memiliki nama di dunia narkoba. Namun ada salah satu bandar yang telah lama menjadi TO pihak penegak hukum, bahkan namanya dikenal di NTB ini, yaitu Gian ( tidak tahu nama sebenarnya), yang hingga sekarang belum juga ditangkap oleh pihak Kepolisian. Setidaknya tiga kali digrebek, salah satunya di Tanjakan Bonto Kolo beberapa waktu lalu, Buser menggeledah mobil dan rumah Gian di Kolo, tapi tidak memiliki bukti sedikitpun. Sehingga Gian bersama dua orang wanita, yang saat itu satu mobil dengan Gian dilepas oleh Buser, lantaran tidak ditemukan bukti.
Lantas siapakah sosok Gian ini. Apakah polisi mengenal betul wajah Gian sesungguhnya, atau hanya sekedar nama. Atau wajah lain, tapi menggunakan nama lain. Jika pihak penegak hukum mengenal pasti sosok Gian sesungguhnya, kenapa tidak juga berhasil ditangkap, bahkan dua kali digrebek di rumahnya, Gian berhasil lolos dari penggerebekan tersebut. “Gian menjadi TO kami selama ini. Memang berkali-kali di grebek, tapi tidak menemukan bukti. Ya, tunggu saja waktunya, karena kami terus memantau aktivitasnya, dimanapun dia berada,” kata Havid saat diwawancara soal penangkapan Gian yang gagal di Wilayah Kolo beberapa waktu lalu.(R-01)
Ilustrasi
Penangkapan itu terjadi Sabtu (10/9) sekitar pukul 18.00 wita, dengan barang bukti yang disita saat penangkapan terjadi yaitu selain 38 poket sabu, uang tunai Ro.900Ribu, tiga buah Handphone, dua bon hisap, tiga bungkus rokok, tujuh anak panah, dan alat timbangan plastik klip pembungkus sabu. Saat penangkapan oleh sejumlah anggota Buser, yang saat itu dipimpin langsung oleh Kanit Buser, Bripka Hafid, pelaku tidak memberikan perlawanan sedikitpun.
Kasat Narkoba Polres Bima Kota belum berhasil ditemui, namun Kanit Buser, Bripka Hafid membenarkan telah menangkap IG alias BL, yang diduga kuat salah satu bandar narkoba jenis sabu di Wilayah Kota Bima bagian timur.”Masih ada bandar lain yang menjadi target kami di Wilayah Rabadompu Timur. Yang pasti, saya targetkan dalam waktu dekat, semuanya akan ditangkap, karena telah lama meresahkan masyarakat Kota Bima, khususnya warga di sekitar tempat tinggal para pelaku kejahatan tersebut,”tuturnya.
Beberapa waktu lalu, Buser Narkoba berhasil menangkap Basrin, yang merupakan salah satu bandar sabu di wilayah Kelurahan Melayu. Dalam penangkapan tersebut, polisi tidak mendapatkan barang bukti banyak. Namun, target operasi untuk menangkap Basrin berhasil dilakukan dengan barang bukti, sehingga sampai sekarang residivis narkoba itu di jebloskan dalam penjara.
Data yang dihimpun Koran Stabilitas, sejumlah bandar sabu yang tidak lain warga Kota Bima sendiri, yang berhasil dibekuk Buser Narkoba dalam setahun terakhir, yaitu para pelaku yang sudah memiliki nama di dunia narkoba. Namun ada salah satu bandar yang telah lama menjadi TO pihak penegak hukum, bahkan namanya dikenal di NTB ini, yaitu Gian ( tidak tahu nama sebenarnya), yang hingga sekarang belum juga ditangkap oleh pihak Kepolisian. Setidaknya tiga kali digrebek, salah satunya di Tanjakan Bonto Kolo beberapa waktu lalu, Buser menggeledah mobil dan rumah Gian di Kolo, tapi tidak memiliki bukti sedikitpun. Sehingga Gian bersama dua orang wanita, yang saat itu satu mobil dengan Gian dilepas oleh Buser, lantaran tidak ditemukan bukti.
Lantas siapakah sosok Gian ini. Apakah polisi mengenal betul wajah Gian sesungguhnya, atau hanya sekedar nama. Atau wajah lain, tapi menggunakan nama lain. Jika pihak penegak hukum mengenal pasti sosok Gian sesungguhnya, kenapa tidak juga berhasil ditangkap, bahkan dua kali digrebek di rumahnya, Gian berhasil lolos dari penggerebekan tersebut. “Gian menjadi TO kami selama ini. Memang berkali-kali di grebek, tapi tidak menemukan bukti. Ya, tunggu saja waktunya, karena kami terus memantau aktivitasnya, dimanapun dia berada,” kata Havid saat diwawancara soal penangkapan Gian yang gagal di Wilayah Kolo beberapa waktu lalu.(R-01)
COMMENTS