Satu Jam Bersama Pengusaha Sukses Edy Sabara Nama Edy Sabara asal Kecamatan Sape Kabupaten Bima-NTB sudah tak asing lagi bagi warga yang ada...
Satu Jam Bersama Pengusaha Sukses Edy Sabara
Nama Edy Sabara asal Kecamatan Sape Kabupaten Bima-NTB sudah tak asing lagi bagi warga yang ada di Kecamatan Sape dan Lambu, umumnya warga Kabupaten Bima. Bagaimana tidak, sosok pengusaha muda sukses yang bergerak di bidang perminyakan ini, selain dikenal sukses membangun sejumlah perusahaannya, tapi juga dikenal sebagai milieder dermawan, baik Dimata warga Sape dan Lambu, lebih-lebih bagi warga Bima yang tinggal di wilayah Sorong Papua, apalagi dipercaya oleh suku Bima untuk menjadi kepala suku di Sorong.
Awal 2020 lalu, nama Edy Sabara sempat heboh di dunia politik Pilkada Kabupaten Bima 2020, karena isu ingin maju sebagai calon Bupati Bima berpasangan dengan seorang dosen senior Uneversitas Mercu Buana Doktor H.Ghazali Amalanora.Namun isu itu tak lama bergulir karena Edy Sabara menyatakan belum siap untuk maju, belum lagi ada sahabat baiknya Ady Mahyudi yang sekarang menjadi calon Wakil Bupati Bima pasangan Drs.H.Syafrudin M.Nor,M.Pd,MM.
Lantas apa sikap politik Edy Sabara terhadap pansangan SYAFA'AD tersebut ?. Kepada Koran Stabilitas, Edy mengaku sengaja datang dari Sorong ke Bima hanya untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi warga Kabupaten Bima, khususnya bagi warga Sape dan Lambu yaitu mengajak warga, keluarga, sanak saudara untuk bersatu mendukung pasangan SYAFA'AD, sebab pasangan tersebut yang dinilainya memiliki kemampuan serta keikhlasan hati untuk membangun Daerah Kabupaten Bima lima tahun akan datang jauh lebih baik.
"Saya menilai bahwa lima tahun terakhir Bima jalan ditempat, padahal APBD Kabupaten Bima sebanyak Rp.1,9Triliun.Nah, di pilkada 9 Desember nanti, Sape dan Lambu harus kita menangkan SYAFA'AD. Ini saatnya warga Bima, khusus keluarga saya di sape dan Lambu untuk buka mata dan hatinya agar tidak salah memilih pemimpin. sebab, salah kita milih lagi, lima tahun warga kabupaten Bima akan seperti ini keadaannya, pembangunan disegala bidang pun kita tidak bisa menikmatinya karena kita salah memilih pemimpin yang tak ikhlas membangun daerah ini," tuturnya.
pemilik SPBU PENATOI ini juga mempertanyakan sloga paslon petahana dengan kata " LANJUTKAN". Pertanyaannya adalah apa yang harus dilanjutkan, sementara IDP-DAHLAN sudah diberikan kepercayaan oleh warga Kabupaten Bima untuk memimpin daerah ini,tapi nyatanya tak mampu menjadi seorang pemimpin bagi seluruh rakyat, kecuali untuk kelompok tertentu.
"Saya menilai bahwa IDP-Dahlan itu gagal menjadi pemimpin.Keduanya hanya memiki niat untuk menjadi pemimpin ingin dihormati dan dihargai saja," tukasnya.
Karena itu, ia berharap kepada seluruh keluarganya, terutama bagi warga Sape dan Lambu, agar tidak cepat-cepat menjatuhkan pilihan untuk memilih Paslon tertentu."Bila perlu sholat minta petunjuk pada Allah SWT, siapa dari tiga Paslon tersebut untuk dipilih.Tapi bagi saya, pasangan SYAFA'AD adalah pasangan yang memiliki kharismatik tersendiri untuk memutus kekuasaan dinasti, juga punya niat baik memperbaiki rakyat dan daerah kabupaten Bima tercinta ini," imbuhnya.
Ditanya, berapa prosentase kemenangan untuk pasangan SYAFA'AD DI SAPE DAN LAMBU ?.Edy mengaku bahwa Syafaad bisa mendapat suara hingga 80 persen di sape dan Lambu."Akan kita buktikan bahwa kami warga Sape dan lambu saatnya bangkit untuk berlomba lomba memperbaiki daerah yang kita cintai ini.Sebab, semboyang perubahan sekarang itu adalah dari masyarakat sendiri, ditambah dengan figur dua kandidat H.Syafru -Ady,"tandasnya. (KS-002)
COMMENTS