Bermain di Medsos, kadang membawa petaka. Medsos sebagai media edukasi dan hiburan, tapi disalah gunakan sebagai lokasi aci maki dan hinaan...
Bermain di Medsos, kadang membawa petaka. Medsos sebagai media edukasi dan hiburan, tapi disalah gunakan sebagai lokasi aci maki dan hinaan berujung di arena hukum. Badai NTB alias Uswatun Hasanah, melaporkan akun face book Ali Topan ke Polres Bima Kabupaten. Pasalnya, Akun face book Ali Topan mengirim postingan gambar yang membuat Uswatun Hasanah tersinggung.
![]() |
Uswatun Hasanah alias Badai NTB |
BIMA, KS.- Uswatun Hasanah alias Badai NTB, Melaporkan Akun Facebook ALI Topan ke Polres Bima Kabupaten Kamis, ( 6/3). Laporan tersebut diterima SPKT dengan nomor register, P/183/III/2025/SPKT/Res.Bima/Polda NTB.
Dikatakan Badai NTB bahwa akun tersebut mengirim foto kemaluan laki-laki sebanyak tiga kali disertai kata-kata menjijikan melalui messenger. Hal tersebut terjadi seusai dirinya memimpin aksi bongkar bandar narkoba di depan Kantor Polres Bima Kabupaten pada Selasa, 1 Maret 2025.
"Saya sedang main hp di rumah, tiba-tiba masuk notifikasi messenger Ali Topan mengirim foto kemaluan pria disertai kata-kata berani sekali membongkar bandar narkoba, berani nggak bongkarin celana dalamku? Kalau berani buat kamu isinya'," Ungkap Badai NTB usai melaporkan peristiwa tersebut.
Lanjutnya, dirinya melaporkan akun tersebut karena merasa keberatan. "Saya tidak terima atas postingan gambar yang dikirimkan ke saya dan polisi harus menindak tegas," Harapnya.
Menurut Badai NTB, atas kejadian tersebut polisi harus bertindak profesional guna mengedukasi masyarakat. "Semoga polisi tetap profesional," pungkasnya.
Sementara itu, Andi Putra Utama, mengatakan laporan Badai NTB, menjadi bukti bahwa masyarakat tidak tinggal diam menghadapi pelecehan dan perilaku amoral yang semakin merajalela.
Menurutnya, setelah merusak generasi dengan peredaran barang haram, kini mereka mencoba mencoreng martabat dengan aksi menjijikkan. Namun, hukum tidak boleh tumpul terhadap kelakuan biadab semacam ini. Dengan laporan yang sudah masuk, kini bola ada di tangan aparat: apakah akan bertindak tegas, atau kembali membiarkan kejahatan ini berlalu seperti angin?
"Masyarakat menunggu, dan sejarah akan mencatat siapa yang berpihak pada kebenaran, dan siapa yang memilih diam di balik bayang-bayang ketidakadilan," Pungkas Andi Putra Utama. Seraya menyebutkan saksinya seperti, Muhammad Rizal Ansari (29) dari Desa Hidi Rasa Kecamatan Wera dan Theddy Irwansyah Putra (27) dari Desa Ngali Kecamatan Belo. (KS-Haris)
COMMENTS