Foto tim Disperindag Kabupaten Bima saat pantau harga di pasaran Bima, KS - Tiga hari sebelum lebaran Hari Raya Idul Fitri 2025, harga dagin...
![]() |
Foto tim Disperindag Kabupaten Bima saat pantau harga di pasaran |
Bima, KS - Tiga hari sebelum lebaran Hari Raya Idul Fitri 2025, harga daging sapi dan ayam kampung di Pasar Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melonjak.
Harga daging sapi kini dibanderol Rp130 ribu, dari sebelumnya Rp120 ribu perkilogram. Sementara harga ayam kampung dari sebelumnya Rp80 ribu, kemudian bergerak naik menjadi Rp85 ribu per ekor.
"Kenaikan harga telah berlangsung sejak Minggu ini," kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bima, Juraidin dikonfirmasi, Kamis (27/3/2025).
Salain daging sapi dan ayam, ada juga beberapa komoditi lain yang mengalami peningkatan harga. Seperti Cabai Rawit dari Rp90 ribu, menjadi Rp100 ribu perkilogram, sedangkan cabai keriting dari Rp60 ribu, kemudian naik menjadi Rp70 perkilogram.
"Kondisinya sama seperti kemarin-kemarin, harga naik karena pasokan dari luar terbatas dan ditambah lagi dengan tingginya kebutuhan masyarakat untuk persiapan lebaran," terangnya.
Juraidin pastikan, harga ini hanya berlangsung pada saat momentum lebaran Hari Raya Idul Fitri. Setelah hari besar ini berlalu, harga akan kembali normal seiring dengan pasokan kebutuhan di pasaran meningkat.
"Semoga harga kembali normal, biar tidak membebani masyarakat ekonomi lemah," harapnya.
Kendati demikian, Disperindag Bima terus menjaga stabilitas harga, pasokan hingga mencegah inflasi dengan melakukan operasi Pasar Murah selama ramadhan. Dari 18 kecamatan yang ada, setidaknya sudah 8 kecamatan yang telah disisir operasi Pasar Murah.
Delapan kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Ambalawi, Palibelo, Monta, Tambora, Langgudu, Belo, Donggo dan Kecamatan Woha. Adapun komoditi yang dijual seperti, beras, gula, minyak goreng, telur, bawang putih, cabe dan sejumlah kebutuhan lain.
Juraidin mengatakan, sebagian barang yang dijual tersebut lebih murah dibandingkan harga pasaran karena disubsidi pemerintah. Misalnya, beras premium harga pasaran Rp70 ribu, sementara dijual di pasar murah Rp60 ribu per 5 kilogram, minyak goreng dari Rp18, menjadi Rp15 ribu per liter dan gula pasir dari harga Rp19 ribu, kemudian di pasar murah menjadi Rp15 ribu perkilogram.
"Hasil pemantauan, telah kami laporkan harian ke aplikasi SP2KP kementerian perdagangan dan dinas perdagangan Provinsi NTB," bebernya.
Selain itu, Disperindag bersama satgas pangan Polres Bima juga telah melakukan sidak di gudang Bulog Kecamatan madapangga. Tujuannya, guna mengecek ketersediaan beras cadangan pemerintah untuk kebutuhan hingga akhir tahun 2025. (KS-JUL)
COMMENTS